Senin, 21 Juni 2010

Bantul, 19/6 (Roll News) - Dosen Fakultas Psikologi Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta, Hafsah Budi Argiati mengatakan, tindak kekerasan di kalangan siswa SMA termasuk di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), cukup memprihatinkan.

"Kasus kekerasan di kalangan siswa yang selama ini diberitakan media massa, seperti aksi `geng Nero` di Pati, sudah ditangani polisi. ini menunjukkan perilaku kekerasan sudah keterlaluan," katanya dalam sarasehan pencegahan dan penanggulangan perilaku kekerasan siswa SMA, di Bantul, Jumat .

Menurut dia, ada banyak faktor yang menyebabkan siswa melakukan tindak kekerasan, antara lain psikis remaja yang mengalami masa transisi, pertumbuhan fisik biologis dan lingkungan keluarga, tetangga dan sekolah.

Perilaku kekerasan, kata dia, mengarah pada perilaku yang ingin menyakiti orang lain, baik secara fisik maupun mental, untuk mengukuhkan keinginannya berkuasa. "Tindak kekerasan juga bisa dilakukan terhadap orang tak dikenal, teman sekolah, guru, tetangga, orangtua dan saudara," katanya.

Terkait banyaknya kasus kekerangan di kalangan siswa, ia mengkritik peran guru bimbingan konseling (BK) yang belum optimal berkomunikasi dengan siswa. "Seharusnya guru BK memposisikan diri sebagai guru yang memberikan bimbingan dan solusi, serta tidak bertindak seperti polisi yang berdampak timbulnya rasa takut siswa," katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Menengah dan Nonformal Kabupaten Bantul, Masharun Ghozali mengatakan, sekolah, keluarga dan masyarakat harus berinteraksi bersama untuk mencegah tindak kekerasan siswa.

"Pemerintah Kabupaten Bantul perlu memiliki strategi khusus untuk menangani masalah tersebut, misalnya mendorong siswa melakukan kegiatan positif yang diarahkan pada kebutuhan prestasi.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Bantul, Gendut Sudarto, mengatakan untuk mencegah terjadinya tindak kekerasan antarsiswa, sekolah harus memanfaatkan forum komunikasi organisasi siswa intra sekolah (OSIS).

Menurut dia, siswa yang pernah mengalami kekerasan di sekolah, jika ditanya tidak akan mengaku karena takut. "Hal seperti yang harus diatasi bersama antara sekolah, orangtua siswa dan masyarakat," katanya.

(U

* Add New
* RSS

Comments (0)
Write comment
Your Contact Details:
Name:
Email:
Comment:
Title:
Message:
Powered by !JoomlaComment 4.0 beta1
!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."

Finroll Headlines

* Pemeriksaan Barang Impor Hanya Untuk Bernota ...
* Mandala Targetkan Empat Juta Penumpang Tahun ...
* Bibit Tunjukan Bukti Baru
* Wapres Sentil Moral Anak Muda
* Spanyol Tidak Hanya Torres

Latest News

* Kepemilikan Asing Di Sun Dan Sbi Meningkat
* Tifatul Sembiring Didesak Minta Maaf
* Catur - Im Tirta Chandra Ingin Cetak Hattrick
* Dprd Kritik Lkpj Wali Kota Surabaya
* Ribuan Warga Bireuen Lepas Keberangkatan Kapolres

Most Popular

* Hasil Un Smp/mts Kotim Diumumkan Awal Mei
* Jiexpo Tetap Akan Gelar Prj 2010
* Ikip Pgri Semarang Buka Pendidikan Profesi Guru
* "salam" Unggul Sementara Dalam Pilkada Lombok Tengah
* Sepak Bola - Hasil Dan Klasemen Piala Indonesia 2010

[Get Realtime Market]